{"id":2262,"date":"2017-06-05T03:44:36","date_gmt":"2017-06-05T03:44:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.samson-tiara.co.id\/blog\/?p=361"},"modified":"2017-06-05T03:44:36","modified_gmt":"2017-06-05T03:44:36","slug":"selamatkan-tulang-belakang-anda-8-tips-untuk-mengangkat-benda-yang-berat-dengan-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/id\/2017\/06\/05\/selamatkan-tulang-belakang-anda-8-tips-untuk-mengangkat-benda-yang-berat-dengan-aman\/","title":{"rendered":"Selamatkan Tulang Belakang Anda: 8 Tips untuk Mengangkat Benda yang Berat dengan Aman"},"content":{"rendered":"<p>Teknik mengangkat benda yang tidak tepat merupakan penyebab umum sakit punggung dan cedera punggung. Setelah cedera, pemulihannya cenderung menjadi proses yang panjang dan seringkali mahal. Menurut data dari Fakta tentang Cedera yang diambil pada tahun 2015, cedera punggung menyumbang 177.580 dari 905.690 cedera yang dilaporkan di sektor swasta, dengan aktivitas berlebihan dan trauma kumulatif menjadi faktor terbesar yang menyebabkan cedera. 20% dari semua kecelakaan kerja di gudang melibatkan masalah dengan punggung meskipun teknik yang tepat selalu diperintahkan dengan jelas.<\/p>\n<p>Penting untuk diingat bahwa cedera ketika mengangkat benda dapat terjadi kapan saja, tidak hanya di tempat kerja tetapi juga di sekolah, rumah, atau bahkan di ruang publik. Jadi harap selalu mengingat untuk mencari potensi bahaya saat mengangkat. Ukurlah berat bendanya, uji bebannya dengan mendorongnya ringan dengan tangan atau kaki Anda. Seberapa mudahnya benda tersebut bergerak memberi tahu Anda tentang berapa berat dari benda tersebut, sehingga Anda dapat memutuskan untuk mengangkatnya secara manual atau dengan dibantu oleh beberapa alat bantu. Jangan pernah mencoba membawa benda besar sendirian; selalulah untuk meminta bantuan.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa tips cepat tentang cara melakukan pengangkatan benda secara manual dengan aman:<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<figure id=\"attachment_369\" aria-describedby=\"caption-attachment-369\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-369\" src=\"https:\/\/www.samson-tiara.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/06\/bend-at-the-knees-1-300x226.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"226\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-369\" class=\"wp-caption-text\">Jangan pernah membungkuk saat mengambil benda yang berat. Selalu tekuk lutut dan jaga agar punggung tetap lurus.<\/figcaption><\/figure>\n<p><b><span lang=\"EN-ID\">1. \u00a0Membuat Dasar untuk Menopang Benda yang Benar<\/span><\/b><br \/>\nBuatlah dasar untuk menopang benda dengan benar dengan meletakkan kaki selebar bahu, dan satu kaki diletakkan sedikit di depan yang lain.<\/p>\n<p><b><span lang=\"EN-ID\">2. Jongkok, Jangan Menekuk<br \/>\n<\/span><\/b><span style=\"font-size: 1rem;\">Berjongkoklah, karena menekuk hanya boleh dilakukan di pinggul dan lutut.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\">3. Lakukan Postur Tubuh yang Baik<br \/>\n<\/span><\/b><\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Lihatlah lurus ke depan dan jaga punggung Anda agar tetap tegak lurus. Doronglah dada Anda kedepan dan tariklah bahu Anda ke belakang, karena hal ini akan membantu Anda melakukan postur yang benar.<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\">4. Mengangkat<br \/>\n<\/span><\/b><\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-size: 1rem;\">Lambat dan halus; lakukanlah posisi tubuh yang benar saat menggunakan lengan, kaki, dan tubuh inti (otot perut) untuk mengangkat.<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\">5. Jangan Pernah Menggunakan Punggung Anda<br \/>\n<\/span><\/b><\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-size: 1rem;\">Jangan pernah menggunakan pungung untuk mengangkat atau membawa benda, jangan pernah menggunakan atau menekuk punggung Anda.<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\">6. Hindari Posisi Tubuh yang Kaku<br \/>\n<\/span><\/b><\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-size: 1rem;\">Pegang benda di dekat tubuh Anda setinggi bagian tengah dari perut Anda. Atur dengan pinggul saat Anda mengubah arah. Jaga bahu sejajar dengan pinggul saat Anda bergerak.<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/p>\n<p><b style=\"font-size: 1rem;\"><span lang=\"EN-ID\">7. Meletakkan<br \/>\n<\/span><\/b><span style=\"font-size: 1rem;\"><span style=\"font-size: 1rem;\">Letakkan benda dengan hati-hati, lakukanlah jongkok hanya dengan pinggul dan lutut. Ingat: JANGAN menekuk punggung Anda.<\/p>\n<p><\/span><\/span><\/p>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\">8. Istirahat<\/span><\/b><\/strong><strong style=\"font-size: 1rem;\"><b><span lang=\"EN-ID\"><br \/>\n<\/span><\/b><\/strong><span style=\"font-size: 1rem;\">Setelah mengangkat benda yang berat, luangkan waktu untuk beristirahat dan minumlah segelas air. Hal ini memberi Anda kesempatan untuk mndapatkan kembali tenaga Anda dan mengurangi kemungkinan cedera.<\/span><span style=\"font-size: 1rem;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span lang=\"EN-ID\">Video di bawah ini, diposting oleh Dr. Jacob Harden di Instagram, mengilustrasikan tekanan yang ditempatkan di bagian belakang saat teknik mengangkat benda yang tidak tepat digunakan dan membandingkannya dengan teknik mengangkat benda yang benar.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/p\/BTh8upBBgLq\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.instagram.com\/p\/BTh8upBBgLq\/<\/a><\/p>\n<p>Jika Anda sering bekerja dengan barang-barang berat dan melakukan kegiatan mengangkat, sangat penting bagi Anda untuk melakukan rutinitas pemanasan pada tubuh Anda sebelum mengangkat. Ketaatan yang ketat pada rutinitas pemanasan ini akan membantu mengurangi risiko cedera. Jika cedera punggung yang tidak terduga terjadi, harap hentikan aktivitas fisik normal selama beberapa hari pertama setelah cedera. Oleskan es selama 48 hingga 72 jam pertama, kemudian lanjutkan dengan suhu panas ke area yang terkena, tindakan ini akan membantu meringankan gejala Anda dan mengurangi pembengkakan (peradangan) di area yang sakit. Tidurlah dalam posisi menelungkup dengan meletakan bantal di antara kedua kaki Anda. Jika Anda biasanya tidur terlentang, letakkan bantal atau handuk gulung di bawah lutut untuk mengurangi tekanan. Jangan melakukan aktivitas yang melibatkan mengangkat berat atau memutar punggung Anda selama 6 minggu pertama setelah rasa sakit mulai dirasakan.<\/p>\n<p>Jika pekerjaan dan penanganan manual yang berat sering dilakukan dalam pekerjaan Anda, Samson Tiara dapat membantu Anda. Kami menawarkan Pelatihan Keselamatan Penanganan Manual yang mencakup identifikasi dan mitigasi bahaya, teknik pengangkatan yang tepat dan alat bantu. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi kami di <a href=\"mailto:marketing@survival-systems.com\">marketing@survival-systems.com<\/a>.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>References &amp; Further Reading<\/strong><\/p>\n<p><em>Five Proper Lifting Technique Tips<\/em>, Premier Handling Solutions<br \/>\n<a href=\"http:\/\/premierhandling.com\/proper-lifting-technique-tips\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/premierhandling.com\/proper-lifting-technique-tips\/<\/a><\/p>\n<p><em>Materials Handling: Heavy Lifting<\/em>, Occupational Safety &amp; Health Administration (OSHA)<br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.osha.gov\/SLTC\/etools\/electricalcontractors\/materials\/heavy.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.osha.gov\/SLTC\/etools\/electricalcontractors\/materials\/heavy.html<\/a><\/p>\n<p><em>Do You Know How to Lift and Carry Safely?<\/em>, National Safety Council<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.nsc.org\/learn\/safety-knowledge\/Pages\/Lift-and-Carry.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.nsc.org\/learn\/safety-knowledge\/Pages\/Lift-and-Carry.aspx<\/a><\/p>\n<p><em>Lifting Safety: Tips to Help Prevent Back Injuries<\/em>, FamilyDoctor.org<br \/>\n<a href=\"https:\/\/familydoctor.org\/lifting-safety-tips-to-help-prevent-back-injuries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/familydoctor.org\/lifting-safety-tips-to-help-prevent-back-injuries\/<\/a><\/p>\n<p><em>Proper Lifting Technique<\/em>, WebMD.com<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.webmd.com\/back-pain\/proper-lifting-technique\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.webmd.com\/back-pain\/proper-lifting-technique<\/a><\/p>\n<p><em>Taking Care of Your Back At Home<\/em>, MedlinePlus<br \/>\n<a href=\"https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/002119.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/medlineplus.gov\/ency\/article\/002119.htm<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teknik mengangkat benda yang tidak tepat merupakan penyebab umum sakit punggung dan cedera punggung. Setelah cedera, pemulihannya cenderung menjadi proses yang panjang dan seringkali mahal. Menurut data dari Fakta tentang Cedera yang diambil pada tahun 2015, cedera punggung menyumbang 177.580 dari 905.690 cedera yang dilaporkan di sektor swasta, dengan aktivitas berlebihan dan trauma kumulatif menjadi faktor terbesar yang menyebabkan cedera. 20% dari semua kecelakaan kerja di gudang melibatkan masalah dengan punggung meskipun teknik yang tepat selalu diperintahkan dengan jelas. Penting untuk diingat bahwa cedera ketika mengangkat benda dapat terjadi kapan saja, tidak hanya di tempat kerja tetapi juga di sekolah, rumah, atau bahkan di ruang publik. Jadi harap selalu mengingat untuk mencari potensi bahaya saat mengangkat. Ukurlah berat bendanya, uji bebannya dengan mendorongnya ringan dengan tangan atau kaki Anda. Seberapa mudahnya benda tersebut bergerak memberi tahu Anda tentang berapa berat dari benda tersebut, sehingga Anda dapat memutuskan untuk mengangkatnya secara manual atau dengan dibantu oleh beberapa alat bantu. Jangan pernah mencoba membawa benda besar sendirian; selalulah untuk meminta bantuan. Berikut adalah beberapa tips cepat tentang cara melakukan pengangkatan benda secara manual dengan aman:<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorised"],"acf":[],"lang":"id","translations":{"id":2262},"pll_sync_post":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2262"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2262\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media\/168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptst.training\/wordpress\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}